Mulas
Lapar nggak bisa dipungkiri bagi setiap orang yang hidup. Selain enak, halal, dan murah, teman dan tempat yang nyaman, gua rasa juga perlu dipertimbangkan. Akhirnya, di suatu warung, gua makan sama teman. Apa, kapan, siapa, dan kenapa, nggak perlu gua jelasin. Nggak penting juga. Asik-asiknya makan dan ngobrol, orang-orang silih berganti. Bayar dan pergi. Lalu, nggak lama, di hadapan gua, di meja depan, orang baru datang. Cewek-cowok. Sepasang kekasih , kayaknya. Dari pakaiannya sih, okelah. Nyetel. Tapi, kayaknya mereka nggak pikir muka waktu pakai outfit itu. Bukannya apa-apa. Gua cuma nggak mau ngomong kasar aja di sini. Makan gua habis, tapi bahan pembicaraan nggak pernah habis. Gua sama teman gua masih lanjut ngobrol. Nggak lama, tuh dia pada pesan makan. Si c owok bawa sepiring munjung nasi ayam geprek. Lalu, dihidangkan di hadapan s i c ewek, kekasihnya. Udah. Sepiring doang. “Lah, kamu nggak makan...