Abad
Hai. Ini hari pertamaku membuat klub buku. Ya, bukan hanya aku sih. Ada 3 teman, adik kelas, dan partner kerja tim yang luar biasa di Divisi Literasi. Ada Abha, Rendy, dan Rahmat. Meski baru kemarin rasanya ide-ide hebat itu tercetus, mulai dari mading, buku ajar, menejemen pustaka, dan salah satunya ya lapak pustaka. Secara garis besar, project itu bernamakan lapak pustaka. Tapi bisa juga disebut sebagai komunitas bacaan, klub buku, atau diskusi literasi yang sudah banyak dikobarkan. Ide yang kami teguhkan beberapa malam lalu di sebuah café yang menjanjikan wifi dan semeja billiard gratis itu, larut malam tak hanya menciptakan ngantuk. Tapi gagasan besar dan hebat yang justru dikandung dan lahir. Sebuah cita-cita yang hanya saya peluk sendiri di kepala saya, dan kini terwujud bersama mereka. Saya tidak mau pusing perihal konsep-konsep hebat dalam project lapak pustaka ini. Sedari hal yang hanya bertujuan menciptakan ruang baca dengan buku-buku yang boleh dipinjam dan dibaca, d...