Setia

“Apakah kau tidak merasa sepi?”

Ruang itu lengang.

“Tidak.” Jawabku, mantap, kosong.

“Bagaimana bisa, padahal kau sendiri?”

Ia masih memandang penarasan, curiga, khawatir.

“Karena aku setia. Aku setia pada kesendirian. Karena kesetiaan tidak akan pernah membiarkan sepi menghinggapi; meski sendiri.”

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Aneh

Baik

Dosa