RTJ

Hari ini jendela media sosialku sedang ramai oleh pemberitaan wafatnya vokalis dari band Romi & The Jahats. Hal itu sontak menjadi pembicaraan di kalangan teman-teman yang mengikuti perjalanan karir musiknya.

‎jujur, saya tidak tidak begitu tau dan memberi perhatian khusus untuk musisi yang kerap disapa babeh oleh penikmat musiknya yang jutaan atau bahkan ratusan ribu itu. Tapi bukan berarti sama sekali asing tanpa pernah mendengar lantunan lagu-lagunya yang dinyanyikan oleh suara ala kadar teman-teman saya, bahwa kita tau belantika semesta musik begitu luas dengan penyanyi, judul lagu, aransemen, dan dampaknya. Kita dibebaskan untuk mencicipi dan hidup di dalamnya.

‎Meski sekilas saya muncul kagum untuk musik-musik pendongkrak dan pendobrak semangat yang dinyanyikan babeh Romi, juga style kopiah yang memberikan arti keren yang lain di hati saya, berita kematian tetaplah menyedihkan.

‎Tapi satu hal yang ingin saya tulis, adalah soal ucapan belasungkawa yang disampaikan oleh teman-teman saya di akun media sosialnya atas sosok musisi yang sangat mereka cintai.

‎Di sana tertulis: 

‎"Rest in Peace, Rest in Power.

‎Babeh udah nggak sakit lagi. Jannah ya beh. Terima kasih, karya babeh akan selalu kami ingat."

‎Jujur, saya sangat tersentuh.

‎Jujur, saya tidak bisa sok heroik untuk bilang bahwa saya berani dan siap menghadapi mati, atau malah jadi pengecut bahwa saya menolak siap dan menyangkal kematian itu sendiri. Karena kematian adalah keniscayaan, ia akan menyapa saat waktunya tiba.

‎Tapi hal lain: 

‎saya ingin dikenal dengan karya, untuk hidup dan mati sebab karya.

‎Tenang dan membara selalu beh, salam dari hormat penuh cinta kasih.

‎Alfatihah...

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Aneh

Baik

Dosa