Dobrak

Suatu malam, ia mendobrak mimpiku.

“Hah, kenapa? Kok kamu di sini?” Tanyaku bingung, tentu kaget.

Alur mimpi itu terhenti.

“Ada juga kamu yang ngapain sama perempuan lain, hah?!” Jawabnya berapi-api, alisnya berasap, menunjuk seorang perempuan -yang, ya, cukup cantik- di sebelahku; salah satu tokoh absurd di mimpiku yang entah siapa.

“Lah nggak tau, kan mimpi! aku mah ngikut aja.”

Mendengar jawaban ultra logic itu, ia semakin berapi-api. Bagai sumbu, alisnya kini mulai memercik.

“Ngikut aja.. Ngikut aja.. Dasar cowok nggak punya pendirian!"

Ia lantas menjewer telingaku, “Ayo pindah ke mimpiku! Aku sudah siapkan makan malam kesukaanmu; kita nyalakan hangat di taman kata. Mimpi aneh kayak gitu aja segala diikutin!”

Lah siapa yang aneh? Tinggal bilang kangen, apa susahnya sih? Maksa banget. malah ngomel-ngomel. Ganggu mimpi orang aja, huh!” Celetuk semak-semak batinku yang paling purba, berlumut, membatu, memfosil; mana berani?!

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Aneh

Baik

Dosa