Tiada rasanya suatu hal yang tampak lebih sederhana dan memeluk, selain sebuah kegiatan yang bernama “bercerita”. Sadarkah kita, bahwa hidup ini selalu diliputi dan dikelilingi dengan hal-hal keren dan luar biasa? Tentang beruntung dan sialnya, tawa dan tangisnya, di setiap momen dan orangnya, untuk semua kesan dan pesan yang rasanya sangat disayangkan sekali jika hanya sia-sia menjadi sampah waktu tanpa sekalipun dihangati dan dihargai, diwarnai dan dimaknai, untuk ditebar, berbagi dengar, pada telinga-telinga yang hampa dan liar. Tak apa-apa, berceritalah! Mengetuk atau mengutuk, bercerita adalah bentuk menjaga kewarasan dari diri manusia yang manusiawi. J.S. Khairen mengatakan, “Bercerita itu obat. Mendengarkan juga obat. Hebat kan? Satu cerita, obat untuk dua orang. Si pencerita, Si pendengar.” Selain itu, untuk beberapa ikat cerita dan peluk dengar yang menyembuhkan, anak-anak adalah kapsul obat yang paling mujarab, dokter spesialis yang paling profesional, untuk wajah-w...