Genus
Di ruang keluarga, sebuah keluarga yang sangat keluarga sekali: waktu luang atau mungkin meluangkan waktu. “ Harusnya gimana?” Tanya Gendis, anakku. “Tentu ayah dan ibu berharap yang terbaik untukmu.” Sebelumnya, ini bukan rapat intern atau sidang penghakiman keluarga. Ini hanya sekedar kumpul hangat biasa. Hanya, ini sedang masuk fase pembahasan asmaranya Gendis: haha. Seperti biasa, istriku tak banyak bicara, meski sepenuhnya menyimak dan bisa diandalkan ketika sedang dimintai pendapat. “ Tapi, kalau bisa, pasanganmu itu, nanti, dari family dinosaurus, meski entah apa genusnya. Jangan yang satu family, apalagi family bunga, apalagi harus sedetail genus melati seperti ibumu.” Lanjutku, lagi. Istriku mengerjap, meski sepenuhnya tenang. G e ndis yang malah gusar tanda tak nyaman atau mungkin ada yang mengganjal jernih pikirnya: menggelitik critical thinking -nya . “Aku tau ayah, dunia ini luas. Aku pun menyayangkan pengetahuan dan pengalaman, meskipun yang namanya cinta ta...