Stoik
Maghrib, atau setidaknya petang, adalah waktu krusial. Semenjak setengah enam sampai tepatnya, banyak kegiatan di waktu yang sedikit: piket kamar, makan sore, pulang sorogan, dan tentunya ngantri mandi yang panjanganya sepanjang harapan bangsa ini akan keadilan sosial! Nggak tau kenapa hal itu selalu diulang, orang-orang begitu suka dan istiqomah untuk mandi mepet maghrib. Padahalkan, tentu, dapat giliran mandi jadi lama karena ngantri dan durasi mandi jadi cepat karena orang ngantri, digedor-gedor pemandi lain. Nggak tau, mungkin ada sensasi lain. Atau mungkin, ada ada fadilah yang gua nggak tau: mandi selalu mepet maghrib. Tapi ini bukan soal mandi! Sehabis bercapek-capek bolak-balik dalam kayuh gerak gerah onthel balap sedari ashar sampai selesainya urusan, gua pulang di waktu petang dan bukan berarti tanda istirahat: badan dan pikir. Masih ada beberapa hal yang harus diurus saat itu dan harus selesai saat itu juga. Seperti checking kesiapan acara dan kebutuhan moderator, cont...