Cuan
Di masa akhir bulan seperti ini, nyatanya cukup menarik dan tertarik untuk sesekali membahas perihal finansial. Mungkin jum’at lalu, saat pengajian Gus Reza, menjadi titik hasrat ini. Suatu keterangan yang bisa ditarik relate untuk sisi diri dan resah: قال بعض الحكماء: من ساء خلقه ضاق رزقه “Orang yang buruk akhlaknya, sempit rezekinya.” Pena itu berkutat, hampir derit. “Tapi terkadang, kita sering menyaksikan, bahwa nggak sedikit dari mereka yang memiliki akhlak dan perilaku buruk malah tetap bergelimang harta. Sebut saja para koruptor.” Ucap Gus Reza, dengan senyum tipis yang menghiasi wajah teduh itu. Para muta’alimin sepenuhnya setuju dalam tatapan serius penuh tanya. “Secara nominal memang besar harta yang mereka miliki. Tapi ingat, dalam rezeki, barokah itu penting!” Lanjut beliau. Ternyata banyak hal yang mempengaruhi lancar nggaknya, banyak nggaknya rezeki kita. Nggak semerta-merta hanya perihal usaha bekerja, hingga berbagai macam stereotip ibadah amal baik, sep...