Sekali lagi, aku nggak pernah mengajak dan mengajarimu untuk
melawan orang tua. Tapi sebuah hubungan yang tanpa berjuang, tanpa kompromi,
tanpa saling percaya dan mendukung, itu bukan hubungan, Kekasih; itu kekerdilan.
Setelah melewati masa serangkain ujian yang penuh lelah dan secuil liburan yang membuat jengah, semester 2 dengan segera menyapa KBM madrasah diniyah dan hati-hati yang gerah. Bagi sebagian orang, semester 2 bisa diartikan dengan berbagai hal. Mungkin senang dan antusias, juga biasa saja atau malah lemas. Ya, semakin ke jenjang tahun akhir pelajaran, semakin kencang pula penekanan: makna kitab atau malah hafalan nadzom. Tapi gua nggak akan membahas itu kali ini. Ada hal lain yang sekiranya, ya, cukup mood untuk coba menuliskannya di sini: sebuah kejadian yang penuh ajaib! Keajaiban itu menimpa suatu kelas yang memiliki suhu ruang lebih hangat dari leher orang yang udah seminggu meriang. Seperti biasa, malam itu berjalan hambar sebagaimana mestinya. Hingga, suatu pengumuman disampaikan oleh yang punya wilayah, Rois Amm’. “Berhubung kita sudah memasuki semester 2, saya sebagai Rois Amm’ akan membentuk kepengurusan rois yang baru sebagai bentuk regenerasi dan pemberian kesempatan ba...
Dari kerja keras usaha mengejar sampai ke Semarang untuk pertemuan pertama saya dengan Pasar Literasi, kali ini malah menyapa Kediri. Bertempat di Kediri Mall, saya tidak bisa berleluasa waktu karena durasi maksimal hanya sampai tanggal 9 mei. Hal menyebalkan yang menghambat saya untuk menyapa kembali dengan Pasar Literasi adalah soal ketahanan manejemen yang harus tetap balance dari turbulensi akhir bulan. Dan hal itu beru terwujud di awal bulan. Sebenarnya niat awalnya ya mencari buku, belanja buku bulanan. Itu kenapa juga Gramedia tetp masuk list wajib dalam kesempatan ini. Tapi karena ada momen Pasar Literasi ini, saya menyapanya lebih dulu. Dengan Rendy, menaiki maxim, sampailah kami. Masuk. Berputar-putar. Eskalator satu ke eskalator lainnya. Bertanya satpam. Sampai. Kami menyelam, mengarungi buku demi buku yang penuh damba. Buset! Sedari sedikit berpindah-pindah, Rendy menumpuk 4 buku di tangannya, sedari hal yang awalnya ia bilang ”lihat nanti ajal...
Bagi s ebagian orang, malam minggu memiliki kesannya tersendiri. Penuh dramatis. Hingga, begitunya dengan malam minggu kali ini. Sering termaknai secara mutlak, malam minggu pasti bernuansa ngeri . N geri-ngeri sedap. Bagi santri, terutama santri pondok ini : f ull mustahiq untuk permadrasah diniyahan dan tamrin. Siswa nggak boleh gentar! Apalagi untuk resolusi sukses nyewu seangkatan, membuat orang-orang ini menjadi korban dari pelampiasan macam-macam strategi sistem pembelajaran: termasuk konsekuensi dan hukuman. Pikiran, lalaran, dan hafalan-hafalan. Nggak boleh kendor! Setelah lihat hasil dan kembali bongkar pasang, sampainya pada strategi sistem pembelajaran yang kesekian dengan diperkelompokkan dan harus hadap setoran 1002 bait itu. Meski tetap disimak diloncat diacak, nah itu! Hingga, dari 7 orang yang namanya sekitaran abjad A, diputuskan masuk kel o mpok satu dan kebagian jadwal setoran di malam minggu, malam ini. Siap nggak siap, langsung hadap! Karena tentu harus...
Komentar
Posting Komentar