Postingan

Menampilkan postingan dari Juni, 2026

Abah-Abah

Tengah malam menuju dini hari, saya aktif menonton sebuah diskusi politik. Konten video di youtube itu menampilkan berbagai macam persepsi dan perspektif dari argumen-argumen yang disampaikan. Tentu ada pihak pro-kontra. Tentu soal pemerintah dan rakyat Ada beberapa hal yang rasanya mengusik, beberapa hal lain yang bisa saya petik: perihal emosional yang meledak yang justru akan berdampak pada alih kuasa logika yang menjadi landasan berargumen, perihal kesalahan yang dibalas dengan kesalahan yang minim pengkonfirmasian solusi yang benar atau setidaknya terbaik. Terutama perihal, saya tidak bisa benar-benar bisa paham dan mengerti akan jalan pikiran pemerintah dalam memahami dan menghadapi rakyatnya. Apa tujuannya. Dan bagaimana cara mencapai tujuan tersebut.    

Abah

‎Di Hari Dinosaurus ini kita belajar, bahwa: ‎ ‎“Sebuah kesalahan yang dipercaya banyak orang akan dianggap sebagai kebenaran.” ‎ ‎Itu kenapa, jangan sekali-kali menormalisasikan sebuah kesalahan, entah karena bodoh (ikut-ikutan) atau bercandaan, bisa berdampak pada tumpulnya kepekaan terhadap nilai-nilai rasional, emosional, dan sosial. Tak lagi menjadi manusiawi yang bijak dan berdaya. ‎ ‎Yang bodoh semakin terlena dengan kebodohannya. ‎ ‎Berani saja tidak cukup untuk melawan pemerintah yang dzolim. ‎ ‎Hal lain, di Hari Dinosaurus ini kita belajar, bahwa: ‎ ‎“Sedikit lebih beda itu lebih baik, daripada sedikit lebih baik.” ‎ ‎Tidak sedikit, persaingan inovasi baik dari manusia yang berpikir, selalu dimenangkan oleh inovasi baik yang beda: unik, bukan aneh. Hal itu tentu secara tidak langsung memperkokoh dan memperkukuh identitas dan kekhasan. ‎ ‎Berbeda berarti harus siap sepi, dan sepi berarti harus siap capek. ‎