Abad

Hai.

Ini hari pertamaku membuat klub buku. Ya, bukan hanya aku sih. Ada 3 teman, adik kelas, dan partner kerja tim yang luar biasa di Divisi Literasi. Ada Abha, Rendy, dan Rahmat. Meski baru kemarin rasanya ide-ide hebat itu tercetus, mulai dari mading, buku ajar, menejemen pustaka, dan salah satunya ya lapak pustaka.

Secara garis besar, project itu bernamakan lapak pustaka. Tapi bisa juga disebut sebagai komunitas bacaan, klub buku, atau diskusi literasi yang sudah banyak dikobarkan. Ide yang kami teguhkan beberapa malam lalu di sebuah café yang menjanjikan wifi dan semeja billiard gratis itu, larut malam tak hanya menciptakan ngantuk. Tapi gagasan besar dan hebat yang justru dikandung dan lahir.

Sebuah cita-cita yang hanya saya peluk sendiri di kepala saya, dan kini terwujud bersama mereka.

Saya tidak mau pusing perihal konsep-konsep hebat dalam project lapak pustaka ini. Sedari hal yang hanya bertujuan menciptakan ruang baca dengan buku-buku yang boleh dipinjam dan dibaca, dari selembar alas duduk, untuk teman-teman santri di pondok.

Sebelum benar-benar diterapkan, ide dan gagasan itu kami teguk bersama untuk diri kami sendiri. Ibda binafsik, kami yang memulainya terlebih dahulu.

Sebenarnya sederhana, kita hanya perlu duduk, membawa buku, dan menceritakan kesan-pesan yang didapat dari buku tersebut. Nanti selebihnya bisa disangga dengan diskusi tanya jawab. Sudah. Sambil jajan-jajan, tertawa, tak sesekali menekuk alis.

Aku membawa buku “Sebuah Seni Untuk Memahami Kekasih”-nya Mas Agus Mulyadi, Abha dengan “Sang Alkemis”-nya Paulo Coelho, Rahmat setia bersama “Lelaki Harimau”-nya Eka Kurniawan, dan Rendy tidak hadir.

Sedih sih.

Tapi lebih sedih kalau project ini tidak terlaksana, bahkan di hari pertamanya.

Ah, saya tidak sempat berpikir nama untuk memberikan kesan dan do’a pada lapak pustaka ini. Saya juga tidak berniat untuk meramaikannya dengan mengajak orang untuk ikut. Tidak. Saya hanya sedang menikmati guratan takdir baik ini dalam rintik gerimis yang mulai turun untuk konsisten di hari-hari kamis selanjutnya.

Entah dengan nanti.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Baik

Aneh

Dosa