Dompet
Kala itu, menjadi sebuah pembelajaran: bahwa seenggaknya kita, harus sadar. Buku itu menjadi titik awal yang penting, sebuah usaha untuk mencoba memeluk diri sendiri. Entah kenapa, dari sekian pembahasan hebat, penjelasan itu terasa begitu mengena, membekas dan menyisakan renung. Dari sebuah buku yang berjudul, “Jatuh Cinta Kepada-Nya” , Dr. Fahruddin Faiz tampak terampil saat menyajikan pemikiran yang benar-benar membuat berpikir, pemahaman yang benar-benar membuat paham. Sebuah konsep luar biasa dari Rabi’ah al-Adawiyah, seorang sufi perempuan yang menjadikan cinta sebagai jalan nafas hidupnya, perihal suatu hal yang dinamakan ’ridha’. Ada kutipan menarik yang coba gua jelaskan pribadi, bahwa “Tidak masalah jika kita berdo’a agar Allah ridha kepada kita. Di sisi lain, padahal Allah sangat sayang kepada hambanya, sudah jelas Dia ridha. Tapi pernahkah kita sesekali berpikir, bukan berdo’a menuntut agar Allah bisa ridha kepada kita, tapi kitalah yang bisa ridha kepada A...