Postingan

Cengeng!

Jika pun hari ini gagal, nggak apa-apa. Seenggaknya kita udah berusaha dan memberikan yang terbaik. Besok coba lagi, jangan cengeng! -jika perlu.

Penjajah

Di hari dan momen merdeka ini, nggak sedikit mereka yang dijajah pikirannya sendiri, dibelenggu perasaannya sendiri, dan diperbudak hawa nafsunya sendiri. Mana merdekanya? Mana bebasnya? Mana jumawanya? Bahkan, untuk bisa menghirup nafas ketenangan saja, ia harus mencaci maki kemanusiawian dengan dan untuk jiwa kebinatangan: menyedihkan! Padahal, ia hanya perlu mengenal dirinya, mengenal dari dan untuk apa: siapa Tuhannya. Seenggaknya sadar, itu udah cukup.

Tumis

Entah siapapun itu, sebut saja namanya tumis kangkung. Di akhir siang menuju sore, jari jemari itu dipeluk dua potong bibir yang sedikit memerah dan tentu berminyak: entah, rasa lapar terkadang bisa begitu mudah untuk menghargai setiap makanan, tanpa memandang kasta dan strata. Berdirinya ia sehabis makan, gagah tegap: tangan kanan menunjuk langit dan tangan kiri mengkruwek tipis kertas nasi tandas penuh licin . “ Buang sampah itu pada tempatnya .. .” Ucapnya mendikte pada khalayak. Khalayak menerka. “ Tapi, kalau tempatnya nggak ada?” Lanjutnya, menggantung, mematung. Kruwek sampah kertas nasi itu dibuang sia-sia, sembarangan: sebagai jawaban. Meski sepenuhnya, terasa ada sedikit yang salah, entah apa, mulut-mulut itu terkatup mencari pembenaran, melerai semrawut otak yang tiba-tiba ikut terkruwek-kruwek selaras kertas nasi malang itu. Kemudian, lagi-lagi, semua belum selesai. “Lagian nggak setiap hal buruk itu buruk, nggak setiap hal buruk tanpa baik. Coba deh pi...

Indah

Dalam sebuah pagi, dalam sebuah otak seorang lelaki yang belum tidur sampai pagi. Nyatanya, roda onthel itu udah harus berputar di tengah pagi. Tengah pagi yang sangat pagi, sangat pagi yang masih bersemu kabut dan embun. Untuk opsi prioritas kebutuhan mata atau perut, ia malah lebih memilih mengobati lapar dibanding ngantuk: ia bermaksud sarapan. Dengan suasana yang sangat mendukung untuk deras alir ide yang dibiarkan lepas dan mengarah pada apapun, banyak hal yang bisa diperhitungkan penulis untuk ditulis. Hal berat, hal ringan. Hal luas, hal sempit. Hal dalam, hal dangkal. Semua campur aduk tumpah ruah dalam pikiran yang menggelitik. Nggak tau, gua pengen nulis ini aja. Salah satu ide yang cukup didukung mood, dari sekian banyak ide yang coba diapresiasi dalam usaha pengabadian. Kita mulai! Gua jatuhnya jadi mikir, bahwa Allah itu Tuhan yang Maha Indah, yang tentu menyukai hal-hal indah. Dia indah, dan segala hal yang berkaitan dengannya jadi ikut terbawa indah. Dengan beg...

Kimchi

Akhir-akhir ini, ada sebuah hal ramai-ramai yang nggak sengaja penasaran, gua cari tau, dan ikut beramai: meski hanya dalam tulisan. Dari sebuah usaha memberi apresiasi diri atas pencapaian, untuk berleha-leha berselancar di konten-konten edukatif dan informatif youtube, dari hanya berkisar mendengar lagu, menonton highlight sepak bola, juga stand up comedy, dokumenter sejarah, atau berlarut menyimak orang ngomong dalam podcast. Tapi, tiba-tiba aja beranda penuh dengan suatu topik, dari sebuah nama Xaviera. Entah hal apa yang mendorong, mungkin juga karena channel youtubenya Bang Raditya Dika, waktu dan suasana mendukung tiada keberatan dari thumbnail dan judul, “Cantik + Pintar + Prestasi = Xaviera”. Lu boleh nonton. Dan ini sebuah pencapaian baru selanjutnya bagi gua yang bisa nonton podcast sampai selesai tanpa skip dan jeda, cukup aneh dan jarang. Ternyata perempuan kelahiran Jakarta yang bernama lengkap Xaviera Putri Ardianingsih Listyo ini cukup mengetuk kesadaran jiwa gu...

Monster

Satu hal yang harus kita tau, segala sesuatu yang kita dapatkan, sejatinya bukan serta merta sebab kita. Apapun itu, semua hanya titipan. Kita hanya disuruh menjaganya amanah dengan menggunakan sebaik-sebaiknya. Dengan begitu, lantas apa yang bisa kita sombongkan? Hari-hari ini, dengan mengingat masa-masa ke belakang, cukup menarik senyum seorang lelaki bangku belakang yang duduk nyaman seorang diri. Sebuah masa di mana ia yang masih lurus mulus terhalang bias-bias nurut patuh sebagai santri di ruang lingkup sempit. Sama sekali belum mengenal apa itu hipokrit. Disuruh A, melakukan A. Disuruh B, melakukan B. Semua berjalan sesuai alur yang telah ditentukan. Bagai unggas-unggas yang digiring kepada arah yang dikehendaki sang juru angon. Unggas-unggas tak pernah tau, ke mana akhir tujuan mereka: mungkin sawah, mungkin kandang, meskipun sebuah keniscayaan akan berakhir di penjagal untuk diperjualbelikan. Tapi, bagaimanapun, makhluk ya tetap makhluk. Manusia ya tetap manusia. Al ins...

Hero

Malam jum’at bisa diartikan banyak hal: senang-sedih, tergantung kebutuhan atau mungkin tuntutan. Dengan ketetapan yang berlaku, malam jum’at merupakan hari libur, atau hari tenang, atau hari rehat, atau mungkin juga hari raya: walau nyatanya ‘beban-beban’ tetap menunggu dan mengawasi di hari-hari selanjutnya, ambil enjoynya aja! Nyatanya upacara itu tetap dilestarikan: malam panjang harus dirayakan dengan menonton film! Merupakan suatu keniscayaan bagi masyarakat kamar pojok parkiran sepeda-sepeda itu, dengan jadwal libur yang didukung kelonggaran pikiran dan perasaan akan tuntutan kewajiban yang semestinya berlaku, tentu tetap menjadi sebuah wadah diskusi untuk pemilihan judul film apa dengan genre apa: ya, arti seru itu relatif. Masing-masing per kepala punya rekomendasinya tersendiri. Entah mengapa, nggak seperti biasanya dengan alur diskusi yang berjalan panjang dan alot, argumen-argumen yang berputar pada kisar genre action, komedi, atau horor, kali ini malah malah menyas...